Skip to content
Open Donasi
Open Donasi
  • Tentang YPP Al-Jawahiriyyah
  • Proposal Pembangunan Gedung RA
  • Donasi
Open Donasi
Open Donasi

Dasar Pemikiran

Islam memandang pendidikan sebagai aspek penting dan bagian dari agama itu sendiri. Teks-teks Al-Qur’an dan hadis Nabi saw. Banyak bersubtansikan dan perintah untuk “belajar” sebagai saran untuk membangun peradaban. Ayat-ayat pertama Al-Qur’an turun secara tegas memerintahkan umat Islam untuk melakukan aktivitas “baca” dan “tulis”.

(1) Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan (2) Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. (3) Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha pemurah, (4) yang mengajar manusia dengan perantaraan kalam, (5) Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak dketahuinya.

Ayat di atas memberikan perintah untuk membaca tanpa disertai obyek apa yang dibaca. Para mufassir memberikan penjelasan, jika obyek tidak disebutkan, maka perintah membaca mencakup obyek yang luas (baik ayat qur’aniyah maupun kauniyah/alam). Perintah membaca juga dipersyaratkan dengan menyebut nama Tuhan (bismi rabbik). Poin penting lain, Islam mengajarkan manusia dengan perantaraan kalam. Salah satu tafsir menjelaskan ayat tersebut berkaitan dengan perintah Islam melakukan pembelajaran “baca-tulis”.

Selain perintah baca-tulis, al-Qur’an melansir konsep tarbiyah (pendidikan). Kata Rabb (mendidik dan memelihara) banyak dijumpai dalam al-Qur’an. Kata kunci lain yang bertebaran dalam al-Qur’an adalah ilm, al-bab, hikmah dan lainnya. Sunnah Nabi saw secara nyata menunjukkan bagaimana tradisi kenabian banyak bersinggungan dengan aspek pendidikan akidah dan syariah.

Untuk merealisasi perintah pendidikan dan pengajaran al-Qur’an, dibutuhkan lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan merupakan salah satu sistem yang memungkinkan berlangsungnya pendidikan secara berkesinambungan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan Islam. Tujuan pendidikan Islam tidak lepas dari fungsi manusia sebagai khalifah Allah untuk memakmurkan bumi. Karena pendidikan adalah perintah yang berhukum wajib, maka segala sarana penunjang pendidikan (baca: lembaga pendidikan) bernilai wajib pula sebagaimana kaidah menyatakan: li al-wasa’il hukm al-maqashid (hukum perantara/sarana adalah hukum tujuan).

Karena itu Islam memberikan keutamaan bagi mereka yang membantu terselenggaranya pendidikan (Islam), baik bantuan yang bersifat material maupun yang non-material. Di antara keutamaan tersebut adalah pahala amal jariyah, yakni amal yang pahalanya terus mengalir sepanjang obyek amal terus dimanfaatkan.

Dalam konsep masyarakat madani (civil society), peran serta masyarakat dalam membangun, termasuk sector pendidikan menjadi satu keniscayaan. Masyarakat madani adalah kerangka rujukan kepada masyarakat yang dibangun oleh Nabi Muhammad saw. Di Madinah. Muhammad AS Hikam memberikan ciri masyarakat madani pada aspek sikap masyarakat dengan ”kesukarelaan” (voluntery), “keswasembadaan” (self generating), “keswadayaan” (self supporting), dan kemandirian dengan tetap terikat pada norma-norma dan nilai-nilai hukum yang berlaku dalam sebuah negara. Yayasan dalam hal ini adalah bentuk lembaga swakelola masyarakat yang menjadi pilar masyarakat madani.

Mengacu pada konsep di atas, Yayasan Pendidikan Pesantren (YPP) Al-Jawahiriyyah adalah lembaga yang berbasis pada swasembada masyarakat yang ikut berkonstribusi terwujudnya masyarakat madani. Jalur perjuangan yang diambil adalah dengan meningkatkan sumber daya manusia (SDM) Lewat proses pendidikan. YPP Al-Jawahiriyyah yang berdomisili di Campurejo Sambit Ponorogo menyelenggarakan unit-unit pendidikan jenjang Play group, Raudhatul Athfal (RA), MI Ma’arif Al-Islamiyah, MTs dan MA Ma’arif Arjowinangun.

Diantara unit-unit pendidikan, RA Al-Jawahiriyyah mendapatkan respon yang baik dari masyarakat campurejo dan sekitarnya. Lulusan RA Al-Jawahiriyyah ini pula yang menjadi raw input siswa-siswi MI Ma’arif Al-Islamiyah yang rata-rata setiap kelasnya parallel. RA Al-Jawahiriyah terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini. Pendidikan anak usia dini merupakan jenjang pendidikan yang sangat penting untuk memberikan dasar dan pondasi pendidikan keislaman. Pada usia inilah pertama kalinya anak dikenalkan dengan aspek akidah, syariah dan aspek-aspek pendidikan yang lain.

Peran strategis dan kepercayaan masyarakatterhadap RA Al-Jaahiriyah belum didukung oleh saran dan prasarana yang memadahi hatta yang bersifat primer (dharuriyyah) sekalipun. Gedung RA Al-Jawahiriyyah selama ini bisa dikatakan masih menumpang di MTs-MA Ma’arif campurejo. Karena itu, lingkungan anak-anak RA praktis menjadi satu dengan anak-anak MTs-MA Ma’arif Arjowinangun. Kondisi ini secara psikologis dinilai kurang menguntungkan, utamanya bagi anak-anak RA Al-Jawahiriyyah.

Berdasarkan hal tersebut, YPP Al-Jawahiriyah secara swadaya bertekad untuk membangun bangunan/gedung RA Al-Jawahiriyyah di tanah wakaf seluas 275,48 M². Tanah wakaf tersebut telah di-ikrar wakafkan dan dalam proses penerbitan akte ikrar tanah wakaf dari dinas terkait. Rencana pembangunan gedung secara swadaya dimaksudkan dengan mengajak masyarakat secara luas untuk berpartisipasi dalam bentuk apapun, utamanya dalam bentuk jariyah bangunan.

Post Views: 95

Recent Posts

  • Tentang YPP Al-Jawahiriyyah

Recent Comments

  1. A WordPress Commenter mengenai Tentang YPP Al-Jawahiriyyah

Archives

  • Maret 2024

Categories

  • Uncategorized

Most Viewed Posts

  • Proposal Pembangunan Lantai II Gedung RA Al-Jawahiriyyah (11,142)
  • Donation Confirmation (157)
  • Rencana Anggaran dan Sketsa Gambar (111)
  • Dasar Pemikiran (95)
  • Lokasi Pembangunan (91)
April 2026
SSRKJSM
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930 
« Mar    

"Jika manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, dan anak shalih yang selalu mendoakan orang tuanya.” (HR. Muslim)

©2026 Open Donasi | WordPress Theme by SuperbThemes